Selasa, 03 Februari 2009

Bersaing??? Emang harus kan????




Data Buku
Judul :Oke, kita bersaing
Pengarang : Leyla Imtichanah
Tebal : 272 halaman
Penerbit : Gema Insani

Bersaing?????
Siapa takut????
Emang seharusnya dalam hidup ini kita harus bersaingkan guys???
Bukannya keluar sebagai seorang pemenang di puncak kesuksesan adalah impian setiap orang??? Kehidupan seakan tak pernah sepi dari fenomena persaingan. Siapa yang pantas jadi pribadi unggul dapat dilihat dari seberapa keras/gigih dia melewati sebuah proses usaha. Persaingan memang merupakan bagian dari hidup ini dan persaingan adalah suatu hal yang wajar.
Gitu juga dengan Lila dan Lisa, sahabat di SMA yang kemudian pecah karena sebuah persaingan.

(Sebelum ulai resensi, saya mau minta maaf dulu nihh, buat Dosen Komprak3 tercinta bagi mahasiswa STIKOM, Bapak Hadi Purnama. Maaf yahh pak novelnya gak up to date, abiznya gak ada dana buat beli yang baru, ini juga hasil jarahan dari adek tingkat. Moga bapak bisa ngerti yah. Makasih pak =) )

Uppzzz ketawan deh curhatnya..
Ok, sekarang kita lanjuuut…
Novel hasil pinjeman dari tingkat ini merupakan novel islami yang berisikan tentang persaingan dua orang teman sekelas yang baru memasuki bangku SMA. Mereka bersaing dalam segala hal, mulai dari akademik, penampilan, prestasi ekstrakulikuler, sampai masalah ngedapetin cowok.
Parahnya, mereka tuh sebenernya pernah bersahabat, tapi Lisa yang identik lebih segala – galanya dari Lila, memutuskan untuk menganggap Lila saingannya.
Dasar anak SMA mereka tuh gak paham kalo bersaing gak harus musuhan, bersaingkan bisa dilakukan secara sehat tanpa harus menjatuhkan salah satu diantaranya. Membohongi hati dan melakukan segala cara untuk mendapatkan pengakuan sebagai yang terbaik diantara mereka.
Alur novelnya standar sih, tapi paling gak penulisnya berhasil buat saya penasaran dan menyelesaikan baca buku ini. Menarik sih, apalagi di dalamnya banya terdapat siraman rohani muslim yang pas buat anak muda, gak terlalu berat, saya yang non muslim pun bisa memahami maksudnya.
Novel bertebal 272 halaman ini tidak hanya memberikan hiburan tersendiri bagi kita, isinya juga dapat memberikan kita pembelajaran bagaimana sebenarnya bersaing yang sehat, dan buat yang belum berani bersaing, mudah – mudahan setelah membaca novel ini akan mulai belajar bersaing untuk kemajuan diri kita.

Akhirnya, kemenangan akan dicapai oleh siapa yang paling unggul. Persaingan yang diharapkan dalam dunia manusia adalah persaingan yang sehat. Tentunya sangat tidak diharapkan jika ada sebuah kesombongan yang muncul dari persaingan. Justru yang dituntut adalah hadirnya rasa syukur pada Sang Pencipta dan sikap optimistik untuk terus berjuang. Siapa yah yang kira- kira bakal jadi pemenang diantara mereka, Lisa atau Lila???
Mau tau kelanjutannya????
Baca sendiri yahh…
Mari kita bersaing!!!!!!
Selamat menbaca dan SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!

Pilar ke5 Masih Bisa Bawa Rejeki ?????




Data Buku :
Judul : Mengelola Radio Siaran
Penulis : Drs. Totok Djuroto, M.SI.
Penerbit : Dalaraprize
Tebal : 194 halaman

Guysss…….. pada tau gak sih, siapa yang disebut dengan pilar ke5 di Negara tercinta kita????
Nahhh, kamu tuh yang dipojok,bener! Jawabannya adalah Radio.
Radio??? Koq bias sih???
Ya..iyalah… Secara dengan radio kita bisa dapet informasi banyak banget dan dengan ruang lingkup yang luas banget, contohnya nih, kita bisa tau ada ketua DPRD yang tewas karena diserbu masa di Sumatera Utara, padahal kitanya ada di Irian Jaya, atau di Bali. Selain itu, Radio yang merupakan salah satu media massa ini memiliki fungsi sebagai control social di Negara tercinta kita ini. Gak percaya???
Buktinya kalian bisa merasakan turunnya harha BBM saat ini, karena gembar – gembornya masyarakat aktivis yang diliput sama media masa, salah satunya yah benda bernama radio ini.
Mungkin saat ini masyarakat kita mengacuhkan radio, bahkan sebagian dari kita menganggapnya barang kuno. Padahal zaman dulu tuh seluruh masyarakat Indonesia tau kalo Indonesia merdeka tuh ya dari radio. Hal tersebut juga didukung sama makin mudahnya kita mendapatkan informasi dari televisi, dan pastinya si bang google, alias media internet yang bisa kita akses everywhere and everytime, apalagi cost yang dikeluarin untuk berinternet ria makin murah saat ini. Itu artinya media radio di Indonesia bahkan diseluruh dunia bakal makin tenggelam dan kehilangan daya tariknya.
Eiiiitssss,,, jangan pesimis dulu dunk, menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk menaikkan minat masyarakat terhadap radio, bisa dengan berbagai cara loh, mulai dari jadi penyiarnya, script writernya, pencari informasi (wartawan), team creatuve, PR, GM, sampai jadi ownernya.
Btw buat rekan sekalian yang berniat merambah dunia radio, khususnya menjadikan radio sebagai lading bisnisnya, saya punya buku nih yang bisa jadi patokan dan motivasi tambahan buat kalian, judulnya “Mengelola Radio Siaran”. Jangan mikir malesnya dulu yah buat baca buku ini, Cuma 194 halaman koq, sehari baca juga udah bisa kelar. Buku karangan Pak Totok ini, berisikan 5 Bab yamg terdiri dari Pengertian Radio Siaran, Operasionalisasi Radio Siaran, Isi Radio Siaran, Mengelola Radio Siaran, dan Peraturan danPerundang – undangan Radio Siaran. Awal bacanya sedikit berat sih, sedikit terpaksa juga karena jadi tugas wajib buat tugas UAS, Tapi setelah dipikir – pikir gak ada salah dan ruginya baca buku ini, kalian tau kenapa???
Penulisnya bisa membuat kita yang kurang tertarik, menjadi tertarik untuk membacanya. Walau pembahasannya sedikit berat, tapi alurnya lancer dan berurutan mengajak kita memahami pengertian radio itu terlebih dahulu sebelum selanjutnya mengenalkan kita terhadap operasionalisasi radio; seperti lembaga yang menaunginya, ruangan siaran, alat siaran dan berbagai bentuk program acara. Setelah menguasai radio barulah kita diajak memahami isi radio tersebut, dari segmen musik, kata, sampai niaga. Serta penjelasan mengenai jenis- jenis berita ada di bab 4 ini. Dan akhirnya setelah kita dibuat tertarik mendulang untung dari bisnis informasi dan hiburan media radio ini, barulah kita diingatkan akan peraturan dan undang-undang tentang radio siaran yang nantinya bisa jadi patokan kita untuk mengelolo radio.
Tertarik????
Baca bukunya dulu yahhh, biar kamu bisa punya patokan untuk berbisnis dalam radio.
Ok d, cari ajah bukunya di toko buku terdekat, pasti ada.
Akhir kata Selamat membaca dan SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!

Biografi Stephenie Meyer


Stephenie MOrgan Meyer adalah seorang ibu rumah tangga biasa, lahir di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, 24 Desember 1973. Stephenie belum pernah menulis sebelumnya. Sampai pada suatu malam dia bermimpi. Di mimpinya seorang gadis bercakap-cakap dengan seorang pemuda berkilauan di padang rumput penuh sinar matahari. Pemuda itu bukan manusia biasa. Ia seorang vampir. Mereka saling jatuh cinta dan si pemuda memberitahu gadis itu, betapa sulit baginya untuk tidak membunuh si gadis. Akhirnya dia pun memetuskan menulis sebuah novel berjudul Twilight. yang disusul dengan New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn.
Stephenie Meyer telah membuat beberapa novel dari seri twilight maupun bukan seri twilight. Awal mula ia menulis cerita tentang twilight berdasarkan atas mimpinya tentang seorang gadis yang jatuh cinta terhadap seorang vampire.

Karya-karya:

• Twilight (Oktober 2005)
• New Moon (Agustus 2006)
• short story in Prom Nights from Hell (April 2007)
• Eclipse (Agustus 2007)
• The Host (Mei 2008)
• Breaking Dawn (Agustus 2008)
• Midnight Sun (akan datang)
• The Twilight Saga: The Official Guide (akan datang: Desember 2008)
• The Soul (akan datang)
• The Seeker (akan datang)

Cinta Segitiga Terlarang


Judul Buku : New Moon
Pengarang : Stephenie Meyer
Tebal Buku : 600 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2008

Anda tentu masih ingat dengan film Twilight, sebuah film yang baru-baru ini menarik perhatian pencinta film dan menjadi box office. Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama tersebut merupakan awal dari tetralogi karangan Stephanie Meyer. Tetralogi ini terdiri dari Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Down.
Kali ini novel yang akan kita bahas adalah buku kedua yaitu New Moon. Buku ini bercerita tentang kisah Isabella Swan yang harus berpisah dengan kekasih tercinta Edward Cullen, kerena Edward tidak mau membahayakan Bella. Bella yang sedang diburu oleh Victoria, vampir yang memakan darah manusia, terpaksa harus meninggalkan Edward. Semenjak itu Bella pun depresi dan berubah menjadi sosok yang pemurung. Ayahnya tidak tega melihat Bella menjadi seperi itu dan berniat mengembalikan Bella kepada ibunya di Phoenix. Namun Bella bersikukuh untuk tetap tinggal di Forks, melakukan rutinitas sehari-hari seperti biasa, dan bertingkah seolah dia tidak apa-apa. Walaupun kehidupan bela tampak mati. Setelah berpisah dengan Edward, Bella tidak peduli lagi dengan teman-temannya sehingga mereka pun akhirnya tidak pernah berkomunikasi dengan Bella dan tidak pernah mencarinya.
Karena ayahnya mengancam akan mengembalikan Bella ke Phoenix jika dia masih bersikap seperti itu, Bella akhirnya mulai menjalani hidup normal kembali dan kembali bergaul dengan teman-temannya meskipun sangat sulit untuk berkomunikasi dengan mereka setelah Bella melakukan aksi diam dan menarik diri dari teman-temannya selama berbulan-bulan. Salahsatu usaha yang dilakukan Bella untuk kembali bergaul dengan teman-temannya adalah dengan mengajak Jessica menonton film Zombie. Dia berusaha keras meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. Usaha Bella pun berhasil. Dia bisa kembali bergaul dengan teman-temannya setelah itu.
Pada suatu hari, Bella bermaksud untuk memperbaiki sepeda motor yang berada di pekarangan rumah tanpa diketahui oleh ayahnya yang melarang Bella mengendarai sepeda motor. Bella pun meminta bantuan seseorang yang dia tahu ahli dalam memperbaiki sepeda motor yaitu Jacob Black. Ketika dia menemui Jacob, dia merasa ada sesuatu yang menenangkan dirinya. Jacob menjadi sosok yang membuat Bella merasa aman dan Bella sedang sangat membutuhkan seorang sahabat seperti Jacob. Dan secara tidak sengaja, Bella mulai terbiasa dengan Jacob. Berbeda dengan Edward yang serius dan overprotective, Jacob adalah orang yang mengasyikkan dan hangat.
Tapi lama kelamaan Bella tersadar bahwa Jacob tidak benar- benar memberi dia keamanan karena Jacob adalah seorang manusia serigala (warewolf), musuh bebuyutan kaum vampir. Namun apa daya Bella sudah terpikat oleh sosok Jacob. Lalu bagaimana dengan Edward? Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat itu pun Bella masih mencintai Edward namun kemudian datang Jacob yang juga membutnya merasakan cinta.
Buku kedua dari seri Twilight ini memang menceritakan kisah cinta segitiga antara manusia, vampir, dan manusia serigala. Tetralogi yang mengangkat tema cinta dengan tokoh utama vampir ini memang membuat pembacanya terhipnotis dan merasa penasaran. Tapi walaupun bercerita tentang vampir, anda jangan terlalu berharap untuk membayangkan laga action yang menegangkan dan dramatis. Karena buku ini memperlihatkan Bella sebagai sudut pandang utamanya dan pengarangnya juga adalah perempuan yaitu Stephanie Meyer, maka buku ini lebih menonjolkan drama cintanya dibandingkan laga aksinya. Namun secara keseluruhan buku ini sangat menarik dan membuat penasaran. Jika anda sudah membaca buku New Moon ini, barulah anda dapat membaca buku lanjutannya, Eclipse dan Breaking Dawn yang sudah terbit di pasaran. Jadi, selamat membaca!

Mengenal Lebih Jauh tentang Media Penyiaran




Judul Buku : Manajemen Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio & Televisi
Pengarang : Morissan, M.A
Tebal Buku : 440 halaman
Penerbit : Kencana Prenada Media Group
Tahun Terbit : 2008



Kini media massa seperti radio dan televisi telah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang. Kebutuhan akan informasi dan hiburan menjadi faktor penting mengapa radio dan televisi menjadi sangat dibituhkan. Namun dari sekian benyak penikmat radio dan televisi, termasuk kita, tak banyak yang tahu sejarah dari media tersebut dan bagaimana media tersebut dapat beroperasi. Karena selama ini kita hanya menikmati saja tanpa tahu seluk beluk dari radio dan televisi itu sendiri.
Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman, Heinrich Hertz, pada tahun 1887 berhasil mengirim dan menerima gelombang radio. Barulah pada tahun 1930an, Edwin Howard Armstrong menemukan radio menggunakan frekuensi modulasi (FM). Sementara televisi baru mulai ditemukan prinsipkerjanya pada tahun 1884 oleh Paul Nipkow dari Jerman, dan baru tahun 1928 Vladimir Zworkyn dari Amerika Serikat tabung kamera yang bisa menangkap dan mengirim gambar ke kotak nernama televisi.
Di Indonesia sendiri, radio baru masuk pada tahun 1925 dengan menggunakan stasiun relai di Malabar, Jawa Barat yang kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan NIROM. Dalam sejarah pertelevisian Indonesia, TVRI menjadi stasiun TV pertama yang siaran di Indonesia pada tahun 1962. Dan sampai saat ini, dunia penyiaran Indonesia masih mengalami kemajuan yang ditandai dengan makin banyaknya stasiun TV dan radio bermunculan.
Dengan semakin banyaknya stasiun TV dan radio, maka peta persaingan pun semakin lebar. Setiap perusahaan haru menyiapkan dengan matang program acara agar tidak tergeser dari dunia media penyiaran Indonesia. Banyak hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menangani sebuah stasiun media, mulai dari teknik penyiaran, sistem penyiaran, manajemen penyiaran, audien penyiaran, program siaran, sampai riset penyiaran, pemasaran program, dan promosi program.
Dalam buku yang berjudul “Manajemen Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio & Televisi” karangan Morissan, M.A ini, seluruh seluk beluk media penyiaran akan dibahas lengkap, termasuk persiapan untuk menangani sebuah media seperti yang dituliskan diatas. Bagi anda yang baru mau menggeluti dunia penyiaran, buku ini dapat menjadi panduan yang baik. Terutama bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya jurusan penyiaran, buku ini adalah buku wajib karena buku ini meliputi semua aspek yang dipelajari dalam kuliah penyiaran.
Buku ini memang tebal, tapi itu menjadi salah satu kelebihan karena isinya cukup komplit. Semua penjelasan mengenai media penyiaran tertulis dalam buku ini. Mulai dari dasar-dasar mengenai penyiaran hingga bagaimana mendalami tiga pilar utama kesuksesan media penyiaran, yaitu program, pemasaran, dan teknik.
Untuk anda peminat media penyiaran, buku ini bisa dikatakan hampir tidak memiliki kekurangan. Penjelasan yang gamblang mengenai suatu topik membuat pembaca tidak merasa setengah-setengah dalam mendapatkan informasi. Walaupun terkadang penjelasannya terlalu panjang lebar, namun itu justru membuat kita lebih mengerti.

“Warna Warni Kehidupan Anak Kos”


Anak Kos Dodol (Dewi “Dedew” Rieka)

Saat pertama kali membaca judul buku ini tersampaikan dalam benak, judul yang memberikan kesan jauh dari formal dalam artian lebih kepada kehidupan dari kebiasaan sehari-hari. Tetapi kalimat yang berkedudukan sebagai judul tersebut bila dibaca kembali terasa lebih dekat dan berkesan akrab. Begitu pula dengan cover terutama pada bagian depan buku yang di desain cukup unik dan dengan menampilkan warna-warna senada sehingga tidak bosan untuk melihatnya berulang kali.

Setiapnya babnya menyisipkan kata-kata maupun kalimat-kalimat bijak yang menggugah hati juga perasaan pembaca. Seperti kutipan yang berbunyi “terlalu mahal harga dari sebuah pelajaran”. Begitu menyentuh perasaan, membuat hati pembaca terenyuh terbawa suasana dari setiap alur cerita.

Buku yang cukup baik untuk pembelajaran dan pegangan dalam pengalaman terutama bagi pembaca yang masih duduk di bangku kuliah dengan kehidupan sehari-hari kos dimana jauh dari orangtua. Memberikan gambaran kepada pembaca untuk dapat lebih dewasa, tetap senang dengan tersenyum, bahkan hidup prihatin yang jauh dari kehidupan serba dilayani. Buku ini pula dapat menggugah pembacanya untuk lebih berhati-hati dalam dunia pergaulan walaupun berada ditengah lingkaran yang dapat menjerumuskan.

Dalam setiap isinya berbagai perasaan terasa menyelimuti jiwa dan merasuk sukma. Adakalanya pembaca dibuat tertawa geli, tetapi tiba-tiba terenyuh karena hati ikut merasa pilu dan tersentuh. Terdapat sangat banyak pelajaran moral dari setiap kisah yang dapat dijadikan pelajaran dan pengalaman berharga dari sekedar warna warni kehidupan.

Tokoh dalam cerita yang keseluruhan merupakan kaum wanita dengan karakter dan tentu kepribadiannya masing-masing, ternyata lebih dari sekedar wanita biasa. Kadangkala tiba-tiba menuntut harus menjadi seorang detektif dadakan untuk memecahkan suatu masalah, siap saat mendadak untuk saling gotong royong membantu sesama teman, mencari akal bagaimana mendapat uang saku tambahan dari hasil usaha sendiri, kadang pula memutar otak untuk mencukupi kebutuhnnya setiap kali ada pengeluaran lebih yang tidak dapat dipertimbangkan. Bukan suatu hal yang mudah bagi seseorang yang terbiasa hidup penuh manja dan disuapi dari latar belakang keluarga masing-masing.

Seorang penulis yang masih cukup belia pada usianya untuk memulai sebuah karier di dalam dunia penulis buku. Seorang yang bernama lengkap Dewi Rieka Kustiantari yang akrab dipanggil dedew ini seorang perempuan asal Sunda-Makasar. Gemar mengkhayal, cinta menulis, gila membaca, dan cita-citanya berprofesi sebagai seorang guru serta berniat keras membuka bisnis online.

Penggunaan bahasa yang cukup mudah untuk dipahami pembaca, walaupun kadang terdapat beberapa bahasa daerah dari beberapa cerita yang tersaji dan bertujuan untuk membuat suasana hati dari pembaca menjadi hangat dan santai bahkan tertawa geli karena kekonyolan cerita yang terdiri dari rangkaian kata maupun kalimat.

Seperti halnya terdapat cerita yang memiliki makna pendidikan moral untuk di bagikan penulis kepada pembaca bahwa untuk segala sesuatunya tidak di pandang remeh dan suatu hal yang enteng, tetapi bila dengan persiapan yang lebih matang setiap kendala yang merintang dapat ditanggulangi dengan mudahnya.

“Jurnalis Senior Profesional (Dana Iswara)”




“Mengangkat Peristiwa Ke Layar Kaca”

Buku panduan praktis bagi setiap pribadi yang berkeinginan untuk dapat meniti karier dan berkecimpung dalam bidang jurnalistik televisi. Memberikan banyak gambaran yang tiada lain betujuan untuk memudahkan pesan-pesan penting yang terkandung di dalam buku ini tersampaikan dengan baik kepada setiap pembaca terutama bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang tingkat kebutuhannya kelak dalam bidang pekerjaannya. Ulasan yang disajikan dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam teori dimana menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya serta dipertujukan lebih kepada jurnalis atau calon jurnalis dapat lebih professional selama masa pengerjaan tugas profesionalnya. Begitu pula dengan gambaran bahwa dalam jurnalistik televisi mengasah untuk belajar lebih bijak lagi, bagaimana mengambil sikap yang seharusnya diputuskan dalam keadaan maupun situasi apapun.

Jurnalis televisi merupakan profesi yang hingga kini semakin banyak diminati dan digemari untuk berkecimpung serta berkarier dalam bidang ini. Dikatakan dalam buku ini bahwa menjadi jurnalis yang baik diharuskan terus menerus mencari tahu dan menanyakan akan suatu informasi, tidak boleh menganggap sesuatu adalah akurat etika hal tersebut tetap akurat. Syarat utama menjadi jurnalis berita adalah rasa ingin tahu yang besar dan sikap skeptis terhadap sesuatu. Selain itu pula bagi seorang jurnalis diharapkan untuk gemar membaca dan mencari tahu, dapat melalui internet,diskusi atau terjun langsung ke lapangan.


Sebuah buku hasil karya tangan profesional yang tentu berpengalaman dibidang jurnalistik televisi yang menjadi pembahasan utama pada buku ini. Lahir pada tanggal 12 Agustus 1965 di Jakarta, seorang istri dari Muhammad Chatib Basri dan ibu dari dua orang putri dan satu orang putra. Menyelesaikan jenjang S1 nya di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung pada tahun 1989. Sebelumnya ia pun sempat mengikuti sejumlah pendidikan lain seperti mengikuti program intership di The Department of Disarmament of the United Nations, Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, selama satu bulan dan mendapatkan gelar master pada bulan November 2001. Dana Iswara merupakan sosok yang tidak asing lagi baik nama, paras, maupun profesi yang ditekuninya, menghiasi warna warni dunia pertelevisian Indonesia. Seorang jurnalis senior perempuan televisi swasta pada masa-masa awal.

Buku panduan praktis yang menyajikan informasi-informasi secara lengkap dan rinci dengan menyisipkan perbandingan didalamnya, begitu pula keterangan mengenai kepentingan-kepentingan yang mencakup wawancara televisi, membuat berita TV, hingga jenis-jenis liputan berita TV dengan segala informasi penting yang diulas didalamnya, menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami serta dimengerti, tentu merupakan tujuan untuk memudahkan dalam pola penerapan dari pemahaman setiap pembaca buku dengan tema “Mengangkat Peristiwa Ke Layar Kaca” ini.

“Bekerja secara optimal, menggali kreativitas lebih dalam lagi dan memasang telinga lebar-lebar tak akan menjadikan anda jurnalis yang hebat, apabila anda tidak bekerja dengan hati, menegakkan etika dan profesionalitas”. Sebuah kutipan penulis yang bersumber dari buku berjudul “Mengangkat Peristiwa Ke Layar Kaca”, ditulis oleh Dana Iswara. Rangkaian kalimat bijak yang tidak kita sadari membangunkan alam bawah sadar pembaca, menggerakkan hati untuk membangun rasa kepercayaan dan kenyamanan dengan adanya suatu usaha dalam diri.

Rabu, 17 Desember 2008

Sekilas Tentang Penerbitan YUDHISTIRA GHALIA INDONESIA


VISI DAN MISI
VISI DAN MISI PERUSAHAAN SEBAGAI TOLAK UKUR KAMI BEKERJA UNTUK MEMBERIKAN HASIL YANG TERBAIK BAGI KARYAWAN, PELANGGAN, DAN PEMEGANG SAHAM.

VISI
MENDARMABAKTIKAN DIRI PADA DUNIA PERBUKUAN UNTUK BERPERAN SERTA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA GUNA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA.

MISI

1. MENCIPTAKAN BUKU BERMUTU UNTUK MEMENUHI SARANA PENDIDIKAN BANGSA.
2. MEMENUHI KEBUTUHAN PELANGGAN DENGAN MEMBERIKAN PELAYANAN TERBAIK MELALUI JARINGAN DISTRIBUSI YANG KUAT DAN LUAS.
3. MENUMBUHKAN PERUSAHAAN YANG SEHAT SECARA BERKESINAMBUNGAN DARI TAHUN KE TAHUN.




YUDHISTIRA GHALIA INDONESIA
Profil Perusahaan

Visi Yudhistira Ghalia Indonesia, "mendarmabaktikan diri pada dunia perbukuan, untuk berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa guna menciptakan kualitas sumber daya manusia Indonesia".
|Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia bertekad menjadi penerbit buku-buku bermutu dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia.

Sekilas tentang Yudhistira Ghalia Indonesia
Awal bisnis penerbitan Yudhistira Ghalia Indonesia bermula dari semangat kemandirian seorang yang bernama H. Lukman Sa'ad (Alm.) di tahun 1971 yaitu berupa ide dan gagasan cemerlang untuk mengedepankan idealisme pencerdasan pendidikan anak bangsa.
Dari sinilah awal lahirnya Yudhistira Ghalia Indonesia dimana dalam rentang waktu 34 tahun telah berhasil melakukan berbagai inovasi dan kreasi dalam menciptakan produk buku pendidikan yang berkualitas dengan berorientasi kepada kebutuhan pasar pendidikan.
Dengan teknologi, komitmen, dan profesionalisme seluruh sumber daya manusia, perusahaan selalu menghasilkan produk bermutu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sebagai mitra, Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia siap memberikan pelayanan terbaik melalui jaringan distribusi yang kuat dan luas.




Kepercayaan dan Prestasi
Kerja keras dan komitmen yang utuh dari seluruh karyawan dan manajemen Yudhistira Ghalia Indonesia telah menghasilkan kepercayaan publik maupun pemerintah dengan hasil yang membanggakan. Yudhistira Ghalia Indonesia dalam perjalanannya telah mampu membuktikan untuk masuk nominasi penilaian buku (Pusat Perbukuan Nasional) pemerintah Indonesia.
• Lolos seleksi penilaian buku Matematika SD/MI tahun 2004 yang diselenggarakan oleh tim PNPBP (Panitia Nasional Penilaian Buku Pelajaran) Pusat perbukuan DEPDIKNAS.
Lolos seleksi penilaiana buku Pengetahuan Sosial SD/MI tahun 2004 yangg diselenggarakan oleh tim PNPBP (Panitia Nasional Penilaian Buku Pelajaran) Pusat perbukuan DEPDIKNAS
Cabang & UMK

Berikut ini adalah Kantor Cabang Yudhistira Ghalia Indonesia dan UMK yang tersebar di seluruh Indonesia:
1. Kantor Cabang Bogor
2. UMK Bogor




Yudhistira Ghalia Indonesia 1971-2007
Categories

Penerbit Yudhistira memiliki buku pelajaran dengan kualitas terbaik, baik dari material maupun isi materi dan terpercaya sejak tahun 1971.

Dengan tujuan untuk mencerdaskan sumber daya manusia Indonesia, Penerbit Yudhistira telah banyak menciptakan buku-buku pelajaran dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi yang layak untuk anda miliki. Silahkan tinjau produk yang kami miliki disini dengan kemudahan yang telah kami berikan!

SEKOLAH DASAR (176)

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (110)

SEKOLAH MENENGAH ATAS (96)

UMUM MENENGAH KEJURUAN & PERGURUAN TINGGI (0)

UMUM & BUKU CERITA (0)





CONTOH BUKU TERBITAN YUDISTIRA

Speed Up English

Buku ini dapat menumbuhkan minat siswa(i) Sekolah Dasar dalam memulai belajar Bahasa Inggris. Dengan buku ini, belajar Bahasa Inggris akan sangat menyenangkan!

Speed Up English 1
Keunggulan buku ini adalah materi yang disajikan disesuaikan dengan umur dan kesenangan anak-anak dalam bermain sekarang ini. Dengan begitu buku ini bisa menumbuhkan minat anak-anak untuk mengenal kata-kata dalam bahasa Inggris dan melafalkannya dalam kegiatan mereka sehari-hari.

Selasa, 25 November 2008

CLEAR YOUR CLUTTER WITH FENG SHUI


Data buku
Judul : CLEAR YOUR CLUTTER WITH FENG SHUI
Penulis : Karen Kingston
Tebal buku : 186 halaman
Penerbit : Elex Media Komputindo

Buat hidup anda lebih mudah dan sejahtera dengan cara :
 Benahi barang – barang yang tidak anda gunakan atau tidak anda cintai.
 Rapikan barang – barang yang tidak tertata rapi.
 Tata barang – barang yang menumpuk di ruang sempit.
 Tuntaskan semua persoalan yang belum terselesaikan.

Awalnya saya kurang tertarik dengan feng shui, bahkan cenderung tidak mempercayainya. Namun setelah tak sengaja menemukan buku ini saat Pameran Elex Media Komputindo di kampus, dan membaca bacaan di atas yang tertrera di covernya, saya merasa buku ini sesuai untuk mahasiswa yang jauh dari orang tua seperti saya. Karena saya merasa hidup kurang disiplin dan teratur tanpa pantauan dari orang tua. Dan ternyata, memang benar setelah membaca buku ini, dan mempraktekkannya tentunya, saya merasa hidup saya terasa lebih baik dari hari – hari kemarin. Sedikit banyak buku ini bisa membimbing saya untuk membenahi pola hidup saya dari clutter (ketidakberesan). Buku dengan cover hijau ini, memang bisa menyejukkan hati saat kita membacanya. IV bab dalam buku ini sudah cukup untuk kita memahaminya, dimulai dengan pemahaman feng shui, pemahaman ketidakberesan, lalu dilanjutkan drngan pendefinisian ketidakberesan dalam kehidupan kita (mulai dari zuna di lingkungan tempat tinggal, koleksi, tumpukan barang, serakan kertas, pengaruh orang lain dll) , setelah paham barukah kita diajak membersihkan ketidakberesan dengan berbagai cara yang telah dipaparkan. Menarik bukan? Dengan hamya satu buku kita bisa membersihkan ketidakberesan tubuh, mental, emosional, dan spiritual kita.. Walau bahasanya sangat baku (terjemahan), namun jika kita serius membacanya pasti bisa dipahami. Adakah yang lebih penting jika kita bisa membenahi pola hidup kidta dari ketidakberesan? Tentunya harus dibantu juga dengan niat yang gigih untuk sebuah perubahan. Tertarik? Miliki segera! Selamat membaca dan SEMANGAT!!!!!!!

TIPS PIJAT REFLEKSOLOGI WAJAH

Sering pusing kalo abis berada di depan komputer seharian???
Nah ini ada tips buat mencegah dan mengatasi masalah - masalah setelah melewati hari di depan komputer :

 Membuat Pikiran Lebih Jernih
Tekan titik di antara kedua alis. Ahli pengobatan Asia menamai titik ini “mata ketiga” karena meningkatkan kejernihan pikiran dan kebijaksanaan.

 Mengatasi dan Mencegah Sakit Kepala
Tekan Kedua Pelipis dengan kedua jari telunjuk.

 Meningkatkan Energi
Tekan titik tepat di bawah hidung, dalam lekuk diatas bibir dengan satu jari.

 Mengatasi Mata Lelah
Tekan kedua samping batang hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk.

 Mengatasi Hidung Tersumbat.
Pijat titik di pipi persis di bagian luar kedua lubang hidung.

Gampang banget kan, bisa dilakuin langsung tanpa alat kan???
Selamat mencoba....

“RESENSI BUKU MENGIKAT MAKNA”



Judul Buku : Mengikat Makna
Pengarang : Hernowo
Tebal Buku : 244 halaman
Penerbit : Kaifa
Tahun Terbit : 2001

“Dalam makna yang sungguh-sungguh, sebenarnya orang yang membaca kepustakaan yang baik, telah hidup lebih dari orang-orang yang tak mau dan tak mampu membaca. Adalah tak benar bahwa kita hanya punya satu kehidupan yang kita jalani. Jika kita bisa membaca, kita bisa menjalani berapapun banyak dan jenis kwhidupan seperti yang kita inginkan.”

Bagi kebanyakan orang (termasuk saya) membaca adalah hal yang membosankan. Walaupun sebenarnya banyak yang dapat kita peroleh dari membaca. Apa yang menjadikan kita malas untuk membaca mungkin salah satunya adalah motivasi. Tapi dengan membaca buku “Mengikat Makna” karangan Hernowo, kita akan mengetahui arti sesungguhnya dari membaca dan memotivasi kita untuk lebih giat membaca.

Buku tersebut berisi kiat-kiat untuk membaca dan memahami bacaan. Bukan hanya itu, buku ini juga memaparkan kiat-kiat untuk menulis.Dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami, buku ini mengajak kita untuk labih mendalami dunia membaca dan menulis. Apalagi ditambah dengan ilustrasi dan kata bijak yang hampir ada disetiap halaman, menjadi nilai lebih dari buku ini dan membuatnya lebih mudah dibaca.

Jadi kesimpulannya buku ini dapat membawa kita lebih termotivasi untuk membaca dan menulis.

RESENSI ILMU KOMUNIKASI



Data buku
Judul : ILMU KOMUNIKASI Suatu Pengantar
Penulis : Prof. Deddy Mulyana, M.A, Ph.D.
Tebal buku : 466 halaman
Penerbit : ROSDA
Harga : Rp. 84.000, 00

Apa yang rekan – rekan bayangkan jika harus berhadapan dengan buku dengan 466 halaman, terutama untuk yang tidak suka membaca? Pasti menyentuhnya saja malas, apalagi harus membacanya. Yah, tapi jangan mendadak pucat atau urung memiliki buku ini, karena dengan stempel “BEST SELLER” yang terpampang di cover depannya, sudah pasti anda tidak akan rugi untuk membaca bahkan memilikinya.
Saat membeli buku ini kurang lebih setahun yang lalu, buku ini sudah masuk cetakan ke-sembilan. Mau tau apa yang menjadi daya tarik buku ini, hingga laris di pasaran? Selain menjadi “buku wajib” bagi seluruh MAHASISWA komunikasi, buku ini banyak memiliki niai plus, saya yang baru pemula ini akan mencoba meresensinya.
Untuk permulaan, saya akan membahas tema buku ini, menurut saya temanya sangat menarik,karena merangkum peristiwa komunikasi dengan aspek fungsi, prinsip, model, konteks, kendala, dan penyelesaian masalah komunikasi dicampur dengan pengalaman lucu dan menarik penulis, anekdot, humor, dan lelucon tanpa mengurangi kualitas sebagai buku ilmiah. Buku yang saya miliki merupakan edisi revisi, bedanya dengan buku terdahulu adalah perbaikan kesalahan ejaan, penggantian data yang kadaluarsa dengan yang lebih up to date. Sehingga buku ini terkesan lebih “renyah” untuk dinikmati dengan bahasa yang populis. Jangan salah loh, rekan – rekan bisa tertawa tanpa henti membaca ilustrasi lintas budaya dan komunikasi verbal dan non verbal berbagai bangsa di dunia. Pokonya nikmatin aja deh. Jangan takut dengan bahasanya yang agak berat dan halamannya yang sangat tebal. Karena, kalau rekan – rekan sudah menguasai komunikasi secara dasar pasti gak akan bingung bacanya.
So, buat rekan – rekan yang ingin menguasai komunikasi dan terhindar dari kegagalan komunikasi, cepetan baca buku ini. Gak harus anak komunikasi loh yang boleh baca buku ini, buku ini juga cocok buat semua kalangan yang ingin memperdalam ilmu komunikasi. Selamat membaca dan SEMANGAT!!!!!!!

PUISI SOBAT



Hai sobat…
Apa kabarmu hari ini???
Hai sobat…
Apakah harimu indah saat ku disisi mu???
Hai sobat…
Bosankah kau mendengar keluh – kesah ku???
Hai sobat…
Sudahkah kau ingatkanku untuk lebih baik hari ini???
Hai sobat…
Sudahkah kau lupakan kesalahanku???
Hai sobat…
Suatu hari nanti kita kan berpisah…
Dan…
Sebelum saat itu tiba,,,
Aku ingin kalian tau…
Bahwa persahabatan ini tak kan pudar oleh waktu…
LUVLY BIG FAMILY....
Berjanjilah kita akan selalu bersama…
Sampai waktu itu benar – benar tiba memisahkan kita…

RESENSI BAHASA JURNALISTIK

Data buku
Judul : BAHASA JURNALISTIK Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis
Penulis : Drs. AA Haris Sumadiria M.Si
Tebal buku : 267 halaman
Penerbit : Simbiosa Rekatama Media ; 2006

Seminggu belakangan saya merasa bingung sekali, soalnya untuk tugas KOMUNIKASI PRAKTIS 3 yang diadakan di kampus tercinta saya, STIKOM Bandung, saya harus menbuat blog atau buku yang berisi resensi atau artikel menarik tentang menbaca.
Alih – alih gak mau ngeluarin budget banyak untuk ngebuat buku, yang gak mungkin juga cuma berisi 10 halaman (parah, hehehe….), akhirnya saya memutuskan untuk buat blog, dan hasilnya seperti yang ada di hadapan rekan – rekan ini. Untuk resensi pertama saya akan coba meresensi buku karangan Dosen Bahasa Jurnalistik saya yang terhormat, Pak Haris.
O ya, sebelum mulai saya mau cerita dulu asal muasal saya memiliki buku ini ; saya membeli buku ini pada awalnya hanya karena ingen mendapat nilai “A” di akhir semester (belinya langsung dari Pak Haros sih, dapet diskon & bisa dicicil lagi). Tapi setelah saya bawa pulang dan iseng saya baca, ternyata isinya sangat menarik dan sangat berguna untuk calon ahli komunikasi dan calon penulis sepertikita (hehehe ngarep). Saya bilang buku ini menarik karena di dalamnya berisi pemaparan kongkrit sebelum dan sesudak pembahasan materi, sehingga kita bisa langsung paham dan langsung merasa terlibat dalam contoh kasusnya. Selain itu, alur buku ini juga teratur, mengalir dengan lancar antara bab per bab. Masalah penggunaan bahasanya, menurut saya ringan dan mudah dipahami, Pak Haris yang merupakan ahli komunikasi dan sering mengisi kotbah maupun sebagai pembicara di seminar – seminar ini sangat pintar memilih penggunaan bahasa yang sesuai dengan sasaran buku ini, mahasiswa. Bagian yang sulit dicerna hanya terletak pada kutipan dari para ahli. Btw sekedar informasai untuk rekan – rekan, saya sudah melahap habis buku ini, walau perkuliahan baru memasuki bab IV. Bab favorit saya adalah bab VIII, dimana dalam bab tersebut membahas “Gaya Penulisan Jurnalistik”. Karena melalui bab ini, saya makin tergugah dan bersemangat menjadi seorang penulis dan saya mencoba untuk menemukan personality dan karakter tulisan saya.
Pada akhirnya, dengan berharap mendapat royalti dari Pak Haris, saya mengajak rekan – rekan yang berkeinginan menjadi penulis atau sudah terjun ke dunia tulis – menulis, untuk memiliki buku ini. Karena saya pastikan rekan – reikan semua tidak akan menyesal memilikinya. Pasti saja, di dalamnya berisi tips dan materi tentang menulis dalam berbagai media, serta trik untuk memilih penggunaan bahasa yang tepat dalam menulis. Selamat membaca dan SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!

Buku Sebagai "Makanan Ruhani"


Kiat Khusus: Buku Sebagai “Makanan Ruhani”
(Hernowo: “Mengikat Makna”)

Fungsi utama sebuah buku adalah menggerakan pikiran. Dapat diartikan secara luas seperti: pertama, sebuah buku baru akan berfungsi secara efektif menggerakan pikiran kita bila metode yang akan digunakan dalam membaca buku adalah membaca secara kritis atau melakukan secara amat ketat proses penghimpunan makna. Kedua: sebuah buku baru akan memberikan manfaat bila buku itu disusun dengan baik, memenuhi kaidah penalaran dan pendiksian. Ketiga: fungsi menggerakan pikiran sebuah buku akan sangat bermakna bila dirasakan oleh si pembaca buku. Dari ketiga hal inilah yang kemudian menumbuhkan semangat untuk melakukan perbaikan atau suatu inovasi.

Efektifitas pemunculan gagasan baru lewat pembacaan buku semakin menemukan bentuknya bila disertai dengan aktivitas penulisan. Menulis berarti “mengikat”. Aktivitas membaca buku akan amat efektif bila disertai menuliskan hal-hal penting yang tertera pada sebuah buku. Secara logis, sebuah buku dapat mengajak berpikir, dan kemudian menghadirkan berbagai makna. Secara analogi, tubuh manusia memiliki unsur-unsur yang dapat menyaring atau mencerna berbagai makanan lewat sistem pencernaan yang canggih. Demikian juga gagasan yang masuk ke dalam benak disaring dan dicerna oleh sebuah mekanisme pencernaan sebagaimana mekanisme yang terjadi di perut kita.

“Makanan ruhani” jelas yang bermanfaat akan mampu menumbuhkan potensi ruhani, sebagaimana melahap makanan jasmani untuk menumbuhkan potensi jasmani. Dalam fungsi sebuah buku, manusia dibentuk dari dua unsur dasar. Bersifat jasmaniah, hal-hal yang tampak. Dan bersifat ruhaniah, hal-hal yang tidak tampak.

Sejak dini atau masa anak-anak mulailah membiasakan memberi sebanyak-banyaknya asupan “makanan ruhani”. Dan salah satu “makanan ruhani” yang selayaknya disediakan secara melimpah adalah buku. Perlu untuk dirangsang dan kemudian ditumbuhkan sifat “rakus”-nya untuk melahap bacaan apa saja. Seperti mengikuti teori Mari Montessori ataupun Glenn Doman, bila keadaan memberi “pengetahuan” ini dibiasakan sejak kecil atau masih dini, maka efek ke depannya akan luar biasa.

Minggu, 23 November 2008

RESENSI BUKU "TEST PACK"

ARTI SEBUAH KOMITMEN

I love you because…..

Banyak hubungan yang patah hilang berganti karena tidak memiliki komitmen.

“ I love you because of the way she treats me”

“ I love because of the way she make me feel”

“ I love her because she’s beautiful”

“ I love him because she’s falling on my feet with roses and jewels”

It may sounds romantic dan melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang salah. However. Sometimes too romantic that we often hear people saying that in a cinema, with us eating popcorn and shushing rude people.

Jarang dari mereka (dan mungkin kita sendiri) berpikir

“ I love him because of the way he treats me”

Ø What happens if he stops treating you the way you love?

“ I love him because of the way he makes me feel”

Ø Then what happens if he stops making you feel that way?

“ I love her because she’s beautiful”

Ø Three weeks later bus hit her

“ I love him because she’s falling on my feet with roses and jewels”

Ø Out of the blue, he’s broke that he couldn’t buy you roses and jewels anymore

Jarang ada yang mengatakan

“ Saya sayang dia karena saya ingin menyayanginya.”

itulah komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan, bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami. Menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Sebuah makhluk bernama komitmenlah yang membuat seorang bapak tidak malu kepada rekan kerjanya dan berkata, “ Kenalkan ini anak saya, dia sedang melakukan proses rehabilitasi. And I’m proud of him”. Saya yakin sang anak akan menitikkan airmata karena betapa banyak orangtua yang marah, malu dan mengkspresikan kemarahan dan rasa malu itu dengan menampar sang anak. Padahal jika dirunut ke awal, banyak anak menjadi pemadat justru karena kurangnya peran orangtua dari awal.

Apa yang kurang dari awal?

Komitmen memberi perhatian

Komitmen menjadi orangtua

That’s how far a commitment will take you

Sebagian kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin. Will you still love them, then?

That’s why you need commitment.

Don’t love someone because of what/ how/ who they are.

From now, start loving someone because you want to.

Tulisan diatas adalah penggalan dari novel test pack yang dikarang oleh Ninit Yuanita. Novel ini cukup menarik. Di dalamnya menceritakan retaknya hubungan seorang suami yang seorang psikolog dan istri yang berprofesi sebagai pengacara, karena ketiaadan seorang anak padahal mereka sudah menikah cukup lama. Awalnya hal itu tidak menjadi masalah, namun karena masalah pekerjaan dan tuntutan sang istri yang ingin menjadi seorang ibu maka pecahlah kepercayaan diantara mereka. Masalahnya diantara mereka berdua memang terlihat simple, namun kehadiran orang-orang di pekerjaan masing-masing menjadikannya cukup rumit.

Novel ini memberikan inspirasi kepada kita bagaimana seharusnya melakukan hubungan. Banyak makna yang dapat kita peroleh dengan membaca novel ini. Bahasa yang digunakan cukup menarik sehingga kita tidak jenuh membacanya. Tapi penggunaan bahasa Inggrisnya masih kurang baik dan terkadang tidak sesuai dengan grammar. Namun secara keseluruhan novel ini layak unTuk kita baca.

Resensi Buku Harry Potter and the Goblet of Fire


Judul Buku : Harry Potter and the Goblet of Fire
Pengarang : J.K Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Seri keempat Harry Potter ini bercerita tentang kisah Harry berusia 13 tahun dalam turnamen Triwizards yang seharusnya hanya boleh diikuti oleh siswa berusia 17 tahun. Turnamen itu hanya diikuti oleh tiga orang dari 3 sekolah sihir, yaitu Durmstrang, Beauxbatons, dan Hogwarts yang masing-masing diwakili oleh Victor Krum, Fleur Delacour, dan Cedric Diggory. Namun Harry menjadi peserta keempat sehingga Hogwarts memiliki dua wakil Walaupun banyak pihak yang keberatan dengan hasil seleksi, Harry tetap harus mengikuti tunamen itu karena namanya telah dipilih oleh piala api yang menyeleksi peserta dan peserta terpilih harus mengikuti turnamen sampai selesai.
Setelah Harry menyelesaikan dua tugas, penentuan juara ditentukan pada tugas yang ketiga yaitu mereka harus menemukan piala triwizards yang disimpan dalam labirin. Peserta yang pertama kali menyentuh piala adalah pemenangnya. Namun piala tersebut telah disihir oleh pangeran kegelapan musuh Harry, Lord Voldemort, sehingga siapa saja yang menyentuh piala itu akan terbawa ke tempat Voldemort berada. Harry dan Cedric yang menyentuh piala itu bersama-sama dengan seketika berada di tempat asing dimana Voldemort berada. Voldemort membunuh Cedric seketika, sementara Harry dengan bersusah payah harus berduel melawan Voldemort yang bernafsu untuk membunuh Harry agar Voldemort dapat hidup kembali. Harry dapat meloloskan diri dan kembali ke Hogwarts dengan membawa jasad Cedric. Sesampainya disana, Harry menceritakan semua kejadian sampai peristiwa yang menimpa Cedric. Sebagian orang percaya namun kebanyakan orang menyangka bahwa Harry sengaja membunuh Cedric agar Harry dapat memenangkan turnamen.
Buku ini sangat menarik karena jika Anda membacanya, Anda akan ketagihan dan terus menerus membacanya dan menunggu seri selanjutnya. Apalagi jika Anda adalah penyuka cerita fiksi. Buku ini akan membangkitkan theatre of mind Anda. Anda akan membayangkan setting yang diceritakan dengan luar biasa.
Namun tebalnya buku ini akan membuat Anda berfikir dua kali untuk membacanya. Anda harus berada dalam situasi yang santai dalam membaca buku ini. Karena buku ini akan memakan waktu Anda. Selain itu ceritanya yang bersifat khayalan tingkat tinggi akan membuat orang-orang yang realistis malas untuk membacanya karena banyak ceritanya yang tidak logis. Anda juga harus membaca seri-seri sebelumnya, karena Anda akan kesulitan memahami isi ceritanya jika Anda tidak tahu asal mula konflik dalam cerita serial Harry Potter ini.

RESENSI BUKU KECERDASAN KOMUNIKASI

Judul Buku : Kecerdasan Komunikasi ( Rahasia Hidup Sukses )
Pengarang : Sumartono
Tebal Buku : 122 halaman
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2003

“Berbicara bagi orang yang normal adalah hal yang gampang, tetapi berkomunikasi secara cerdas membutuhkan pemahaman dan apresiasi diri dalam setiap aktivitas komunikasi.”

Kutipan yang diambil dari buku Kecerdasan Komunikasi (Rahasia Hidup Sukses) diatas memang benar. Kebanyakan orang hanya mampu berbicara namun tidak dapat mencerna kata-kata yang telah diucapkannya, atau istilah sekarang yaitu asbun (asal bunyi).
Hal itulah yang diungkapkan dalam buku ini. Buku ini mengajarkan kita bagaimana seharusnya berkomunikasi dan tidak bisa dipungkiri lagi komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Buku ini mengajak kita memahami diri kita sendiri sebelum sebelum berkomunikasi dengan orang lain untuk meraih kesuksesan. Karena kesuksesan diraih melalui komunikasi. Untuk itu kita membutuhkan kecerdasan komunikasi yang merupakan upaya memadukan kekuatan yang kita miliki dengan keinginan orang lain. Kecerdasan komunikasi muncul setelah kita memahami apa sesungguhnya yang harus kita lakukan dalam membangun suatu kegiatan komunikasi tanpa rasa ragu. Dan buku ini mencoba menuntun kita meraih kesuksesan dalam berkomunikasi.

THEY'RE ALL GONE (cerpen)

Kamu pernah gak nonton sequel ketiga dari trilogy Lord of the Ring yang judulnya The Return of the King? Film itu nyeritain gimana usaha keras Frodo dan teman-temannya yang dikasih nama Fellowship of the Ring untuk menghancurkan cincin jahat ke tempat yang sangat jauh dan bahaya. Setelah bersusah payah, banyak memakan waktu bahkan korban jiwa, mereka pun akhirnya menyelesaikan tugas mereka. Pastinya mereka seneng banget bisa menyelesaikan tugasnya dan menyelamatkan dunia dari kejahatan dan kehancuran. Tapi ada satu hal yang bikin sedih…mereka harus kehilangan sahabat yang selama ini selalu bersama-sama melalui semua hari dan harus kembali menjalani hal baru.
Itu juga sering terjadi sama kita lho..termasuk saya! Kita sekolah dan bertemu teman baru. Selama bertahun-tahun kita seru-seruan bareng mereka. Ngerjain PR bareng, ke sekolah bareng, pulangnya juga bareng. Atau bahkan bolos bareng dan kesiangan bareng terus dihukum rame-rame. Gimana kompaknya kita kalau lagi ulangan (contek-contekan maksudnya..!!) dan gimana kompaknya kita kalau lagi jalan bareng. Tapi kita juga gak pernah lupa tujuan kita sekolah, belajar dan lulus!! Gak jarang nih kalau kita lagi ngobrol salahsatu dari kita bilang “pengen cepet-cepet lulus ih,,pengen kuliah. Kan seru tuh!”. Tapi sering juga terucap “kalian jangan lupain aku yah kalau udah kuliah ntar!”.
Kehidupan kita emang cuma muter antara pertemuan dan perpisahan. Kita ketemu seseorang dengan tugas dan tujuan yang sama dan berharap kita bisa menyelesaikannya cepet-cepet. Tapi waktu tugas itu kelar kita gak mau pertemanan kita juga ikutan kelar. Padahal kita juga harus terus maju, nemuin tugas baru dan dapet teman yang baru lagi. Dan kita masih saja merasa rindu dengan teman lama kita itu. Emang bagus sih punya banyak teman, tapi kan susah banget buat nyatuin lagi sahabat sahabat kita itu. Apalagi sekarang kita udah punya kegiatan yang beda dan jadwal yang beda. Tiap janjian pasti aja ada yang absent.
Belum lama ini saya punya kerjaan yang partner kerjanya aja baru saya kenal. Tugas kita berdelapan ini lumayan berat soalnya selama dua bulan kita harus ada di luar kota dan gak bisa pulang. Keinginan kita semua sama, kerjakan tugas secepat mungkin dan pulang!! Bahkan kita punya theme song tiap kali kita lagi jalan, lagu Home-nya Michael Buble. Selama dua bulan itu kita lembur tiap hari, pagi-pagi banget kita udah ke lokasi kerjaan dan baru pulang malem-malem banget soalnya pengen cepet-cepet pulang.
Waktu awal-awal kerasa banget bete-nya, kita masih belum kenal banget satu sama lain dan masih ngerasa asing, jadi kerjaannya cuma nelfonin temen-temen atau keluarga dan jarang banget ngobrol sama partner kerja kalau gak penting banget. Tapi gak perlu waktu lama ko buat kita akhirnya bisa deket dan akrab, mungkin karena kita tinggal bareng jadi kita bisa lebih cepat buat adaptasi. Akhirnya setelah beberapa hari kebiasaan kita di mobil berubah. Kalau biasanya masing_masing dari kita cuma nyumpelin telinga sama headset dan dengerin musik yang beda-beda, beberapa hari kemudian musiknya kita loadspeaker-in biar bisa dengerin bareng-bareng sambil ngobrol ngalor ngidul. Walaupun tujuan kita masih tetap, kerjakan tugas secepat mungkin dan PULANG!!
Butuh waktu kurang dari satu bulan sampai akhirnya kita bener-bener ngerasa kayak keluarga. Apalagi dari delapan orang anggota kita itu ada dua orangtua yang sudah kita anggap mama sama papa kita sendiri. Sisanya kebanyakan seumuran dan masih kekanakan, termasuk saya juga hehe… dan akhirnya kita bener-bener ngerasa kompak banget. Selalu aja ada bahan pembicaraan, jadi tiap kali ada waktu luang
selalu rame. Mulai ngomongin musik, ngomongin bola, sampai curhat soal pasangan masing-masing. Soal kerjaan udah pasti jadi topik wajib.
Setelah dua bulan akhirnya kerjaan kita beres. Seneng banget tentunya karena kita bisa pulang ke rumah dan ketemu sama keluarga. Semuanya sibuk beresin barang masing-masing. Dan untuk terakhir kalinya kita makan bareng. Saya bener-bener nikmatin saat-saat itu, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa kayak gini. Walaupun di detik-detik terakhir itu, kita masih sibuk ngeberesin kerjaan. Malamnya kita pulang ke rumah masing-masing. Karena gak semuanya tinggal di Bandung, kita pun berpisah disitu. Gak jarang dari kita yang meneteskan airmata. Maklum, setelah dua bulan barengan kayaknya susah banget ninggalin semua yang udah kita jalanin. Tapi inilah hidup, selalu ada perpisahan. Sudah nyampe di Bandung, kita juga nangis Bombay lagi. Kita semua berpisah di Cicaheum dan pulang ke rumah masing-masing.
Itu adalah kejadian lebih dari satu tahun yang lalu, dan sekarang saya teringat lagi semua kejadian itu gara-gara nonton Lord of the Ring. Kenapa? Karena kejadian yang saya alami sama dengan kisah petualangan Frodo dan teman-temannya. Kita dikasih tugas untuk pergi ke tempat yang jauh dari tempat tinggal kita, kita ingin cepat-cepat menyelesaikannya tapi saat tugas kita selesai, kita juga harus kehilangan teman seperjuangan. Saya pun berharap kita bisa berkumpul lagi di lain kesempatan dan seru-seruan bareng lagi. Tapi saya tahu itu bakalan susah banget. Apalagi teman-teman saya itu udah pada kerja dan mereka sibuk banget. Jangankan buat jalan bareng, buat balas sms aja harus nunggu kalau ada waktu luang.
Pikiran saya pun berpindah ke taman-teman sekolah. Tapi kayaknya sama aja, kita semua juga sibuk sama kuliah kita masing-masing yang jadwalnya beda-beda. Kadang kalau saya telfon teman saya, dia cuma jawab “telfon lagi ntar ya,tin, aku lagi sibuk.”. atau sekalinya mereka yang telfon, giliran saya yang sibuk.
Kemudian saya bercermin ke masa sekarang, masa yang sedang saya jalani. Gak ada bedanya kan apa yang saya alami sekarang dengan yang udah terjadi sebelumnya. Waktu awal saya kuliah saya ketemu orang-orang baru. Kita punya tujuan sama, kuliah dan lulus. Dan saya yakin, pada saat kita lulus nanti, kita pun akan saling merindukan semua kejadian yang kita lewatin. Sama seperti yang selalu kita alami. Dan pastinya ini semua akan terus terjadi, karena kita akan selalu menjalani kehidupan baru dan bertemu dengan teman baru dan akhirnya berpisah. Bahkan dengan keluarga kita yang biasanya selalu bersama-sama dengan kita. Karena akan ada saatnya kita semua berpisah.

Sabtu, 22 November 2008

"Tips Gaul Buat Remaja"



Buku yang saya resensi ini merupakan sebuah buku panduan bagi remaja bagaimana bergaul dengan lingkungan social untuk membangun emosionalnya. Buku ini akan menuntun para remaja untuk menjadi pribadi yang utuh, dengan gaya penulisannya yang sangat kuat dan secara tidak langsung membangun serta menggugah emosi dari setiap pembacanya, dengan memberikan banyak pengarahan juga pandangan dan sasarannya adalah para remaja.

Buku tips gaul ini akan membawa kesuksesan diri dalam melangkahkan kaki di dunia yang penuh tantangan dalam hidup, yang tentunya bertalian erat dengan lingkungan social yang sangat luas. Sukses yang tidak hanya sekedar sukses, namun akan sangat membantu para remaja untuk menemukan jati diri yang memang sebenarnya. Dimana kehidupan para remaja merupakan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan harapan yang disertai idealitas yang menghentak-hentak juga sangat menggebu-gebu.

Ada berbagai macam alasan bagi remaja untuk membawa dirinya kemanapun mereka mau. Ada berbagai sisi negatif yang sering di timbulkan, tetapi juga disamping itu tentu ada sisi positif yang senantiasa menyelimuti kehidupannya dalam lingkungan social.

“Seringkali orang berlatih untuk menjadi sukses, padahal seharusnya mereka berlatih untuk menghadapi kegagalan. Kegagalan adalah jauh lebih umum daripada sukses, kemiskinan jauh lebih menjamur daripada kekayaan, dan kekecewaan jauh lebih normal daripada kepuasan”. Rangkaian kata-kata ini adalah salah satu kutipan yang terdapat di dalam buku tersebut. Sebuah kalimat sederhana dan mudah dipahami juga di mengerti, tetapi mempunyai banyak arti da berjuta makna yang tentu positif. Masih ada kutipan-kutipan di dalam buku ini seperti: “menjadi yang terbaik bukan karma telah mendapatkan yang terbaik, tapu karena telah melakukan yang terbaik; Pengalaman adalah guru yang paling bijak; Persahabatan adalah hadiah terindah dari seorang teman”. Sebuah kutipan yang menyentuh dan dapat membangunkan emosional diri untuk membentuk suatu keinginan lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup di setiap lingkungan social yang luas.